: 838

Pengertian dan Cara Sablon beserta Jenis-jenisnya

: 839

Apa itu sablon?

Yuknyantri – Sablon adalah teknik mencetak yang menggunakan cetakan atau pola untuk mentransfer gambar atau teks ke media cetak seperti kertas, kain, atau bahan lainnya. Sablon biasanya menggunakan bahan cetak seperti tinta atau pigment yang diterapkan ke media cetak dengan cara menekan cetakan ke media cetak dengan cara yang kuat. Sablon dapat digunakan untuk mencetak satu atau lebih warna sekaligus dan dapat diterapkan pada berbagai macam media, termasuk kertas, kain, dan bahan plastik.

Cara Memulai Sablon

Untuk memulai sablon, pertama-tama Anda perlu menyiapkan peralatan dan bahan-bahan yang diperlukan. Berikut adalah beberapa langkah umum yang dapat Anda ikuti:

  1. Pilih jenis media cetak yang akan Anda gunakan, seperti kertas, kain, atau bahan lainnya. Pastikan media tersebut bersih dan kering sebelum mulai mencetak.
  2. Buat desain cetakan Anda menggunakan software desain seperti Adobe Illustrator atau CorelDRAW. Desain tersebut kemudian harus di-export sebagai file vektor seperti .eps atau .ai.
  3. Siapkan alat sablon yang diperlukan, seperti mesin sablon, cetakan, dan bahan cetak. Pastikan semua alat tersebut dalam keadaan bersih dan siap digunakan.
  4. Siapkan bahan cetak sesuai dengan warna yang diinginkan. Jika menggunakan tinta sablon, campurkan tinta dengan thinner atau pelarut sesuai dengan kebutuhan.
  5. Pilih jenis cetakan yang akan Anda gunakan, seperti cetakan karet atau cetakan kain. Pastikan cetakan tersebut sesuai dengan media cetak yang akan Anda gunakan.
  6. Siapkan mesin sablon dan cetakan sesuai dengan instruksi yang ada. Taruh media cetak di bawah cetakan, lalu tekan cetakan ke media cetak dengan cara yang kuat. Ulangi proses ini sampai semua bagian media cetak tercetak dengan sempurna.
  7. Setelah selesai mencetak, biarkan media cetak mengering selama beberapa jam atau sesuai dengan instruksi yang ada. Jika sudah kering, media cetak siap digunakan.

Sebagai catatan, proses sablon memerlukan peralatan dan bahan yang cukup kompleks, sehingga disarankan untuk memulainya dengan mempelajari dasar-dasar teknik sablon terlebih dahulu. Selain itu, pastikan Anda menggunakan peralatan dan bahan sablon yang aman bagi kesehatan dan lingkungan.

Macam-macam Sablon

Ada beberapa jenis sablon yang dapat digunakan, di antaranya:

  1. Sablon manual: Proses sablon manual dilakukan dengan cara menempelkan stencil ke media yang akan dicetak, kemudian menggunakan kuas atau roller untuk mengaplikasikan tinta ke dalam stencil.
  2. Sablon otomatis: Proses sablon otomatis dilakukan dengan menggunakan mesin sablon yang terprogram untuk mencetak desain secara otomatis.
  3. Sablon digital: Proses sablon digital dilakukan dengan menggunakan printer khusus yang dapat mencetak desain di atas media yang diinginkan.
  4. Sablon cetak offset: Proses sablon cetak offset dilakukan dengan menggunakan mesin cetak offset yang dapat mencetak desain di atas media yang diinginkan.
  5. Sablon transfer: Proses sablon transfer dilakukan dengan menggunakan media transfer yang telah diprint terlebih dahulu dengan desain yang diinginkan, kemudian dipindahkan ke media yang akan dicetak dengan menggunakan heat press atau alat lainnya.

jenis sablon

Ada beberapa jenis sablon yang dapat digunakan, di antaranya:

  1. Sablon plastisol: Menggunakan tinta plastisol sebagai bahan dasar yang terbuat dari PVC. Tinta ini tahan lama dan tidak mudah luntur, sehingga cocok digunakan untuk sablon kaos.
  2. Sablon waterbase: Menggunakan tinta waterbase yang terbuat dari air sebagai bahan dasar. Tinta ini tidak menyisakan kesan keringat pada kaos yang telah disablon, sehingga cocok digunakan untuk sablon kaos olahraga.
  3. Sablon discharge: Menggunakan proses yang sama seperti sablon plastisol, tetapi menggunakan tinta yang mengandung zat pengeluaran warna. Tinta ini akan mengeluarkan warna asli media yang akan disablon, sehingga desain yang dihasilkan terlihat lebih natural.
  4. Sablon flock: Menggunakan teknik sablon yang sama seperti sablon plastisol, tetapi menggunakan bahan flock sebagai pengganti tinta. Flock adalah serbuk halus yang terbuat dari bulu atau fiber sintetis, yang akan menempel di atas media yang akan disablon dan terlihat seperti bulu yang halus.
  5. Sablon transfer: Menggunakan media transfer yang telah diprint terlebih dahulu dengan desain yang diinginkan, kemudian dipindahkan ke media yang akan dicetak dengan menggunakan heat press atau alat lainnya. Proses ini lebih praktis dibandingkan dengan jenis sablon lainnya, tetapi hasilnya kurang tahan lama.

proses sablon plastisol

Proses sablon plastisol terdiri dari beberapa tahap, di antaranya:

  1. Persiapan desain: Pertama-tama, desain yang akan disablon harus dipersiapkan terlebih dahulu. Desain ini bisa dibuat dengan menggunakan software desain grafis seperti Adobe Illustrator atau Corel Draw.
  2. Persiapan stencil: Setelah desain selesai dibuat, selanjutnya adalah membuat stencil dari desain tersebut. Stencil dapat dibuat dengan cara menggunakan film positif atau negatif, atau dengan cara manual dengan menggunakan kertas atau kain yang telah dipotong sesuai dengan desain yang telah dibuat.
  3. Persiapan tinta: Tinta plastisol harus dipanaskan terlebih dahulu sebelum digunakan, agar mudah diaplikasikan ke dalam stencil.
  4. Pencetakan: Setelah semua persiapan selesai, selanjutnya adalah proses pencetakan dengan cara menempelkan stencil ke media yang akan disablon, kemudian mengaplikasikan tinta ke dalam stencil dengan menggunakan kuas atau roller.
  5. Pengeringan: Setelah pencetakan selesai, media yang telah disablon harus dikeringkan terlebih dahulu sebelum dipakai atau dikirim kepada pelanggan. Proses pengeringan bisa dilakukan dengan cara menggunakan oven atau heat press.

proses sablon DTF

Proses sablon DTF (Direct to Film) terdiri dari beberapa tahap, di antaranya:

  1. Persiapan desain: Pertama-tama, desain yang akan disablon harus dipersiapkan terlebih dahulu. Desain ini bisa dibuat dengan menggunakan software desain grafis seperti Adobe Illustrator atau Corel Draw.
  2. Persiapan media: Media yang akan disablon harus dipersiapkan terlebih dahulu dengan cara menempelkan film positif atau negatif ke atasnya. Film ini akan menjadi stencil yang akan digunakan untuk proses pencetakan.
  3. Persiapan tinta: Tinta yang akan digunakan harus dipanaskan terlebih dahulu sebelum digunakan, agar mudah diaplikasikan ke dalam stencil.
  4. Pencetakan: Setelah semua persiapan selesai, selanjutnya adalah proses pencetakan dengan cara mengaplikasikan tinta ke dalam stencil dengan menggunakan kuas atau roller.
  5. Pengeringan: Setelah pencetakan selesai, media yang telah disablon harus dikeringkan terlebih dahulu sebelum dipakai atau dikirim kepada pelanggan. Proses pengeringan bisa dilakukan dengan cara menggunakan oven atau heat press.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *