: 540

Pengertian dan Macam-Macam Bersuci (Tharah) Beserta Hikmahnya

: 541

Yuk Nyantri – Bersuci atau Toharoh adalah tindakan membersihkan diri dari najis atau kotoran yang ditentukan oleh agama Islam. Proses bersuci ini dilakukan sebelum melakukan shalat atau ibadah lainnya.

Taharah atau bersuci merupakan hal yang penting dalam agama Islam. Kebersihan diri dianggap sebagai syarat utama dalam melakukan ibadah dan menjaga ketaatan. Dalam Al-Qur’an, Allah menyatakan bahwa kebersihan dan ketaatan merupakan syarat untuk mendekatkan diri kepada-Nya.

Dalam tradisi Islam, taharah diajarkan sejak dini melalui pelajaran fiqh dan akhlak. Para Nabi dan Rasul juga dikenal sebagai contoh teladan dalam hal taharah dan kebersihan diri. Misalnya Nabi Muhammad SAW dikenal sebagai sosok yang sangat peduli dengan taharah, beliau sering mandi dan berwudhu meskipun dalam kondisi sehat.

Konsep taharah juga dijelaskan dalam hadits-hadits Nabi Muhammad SAW, di mana beliau menjelaskan bahwa kebersihan diri merupakan syarat utama dalam ibadah dan menjaga ketaatan. Taharah juga dijelaskan dalam syariat Islam, di mana diterangkan tentang cara-cara membersihkan diri dari hadats, yang diantaranya melalui mandi, wudhu dan tayamum.

Pada masa sekarang, pemahaman tentang taharah masih dipegang erat dalam masyarakat muslim, dan dihayati sebagai sesuatu yang penting dalam kehidupan sehari-hari. Namun, perlu diingat bahwa taharah bukan hanya sebatas kebersihan fisik saja, tapi juga harus diiringi dengan kebersihan akhlak dan jiwa.

Macam-Macam Bersuci (Tharah)

Ada beberapa cara bersuci yang ditentukan dalam agama Islam, yaitu:

1.Wudhu

Wudhu adalah salah satu cara membersihkan diri dari hadats (najis) sesuai dengan syariat Islam. Wudhu dilakukan sebelum melakukan shalat dan dapat dilakukan di mana saja, asalkan airnya halal dan suci.

Langkah-langkah dalam melakukan wudhu adalah sebagai berikut:

  • Niat: Seseorang harus menyatakan niat dalam hati atau lisan untuk melakukan wudhu dengan tujuan untuk membersihkan diri dari hadats dan menyempurnakan shalat.
  • Mencuci tangan: Seseorang harus mencuci tangan sebanyak tiga kali, mulai dari telapak tangan hingga pergelangan tangan.
  • Menyiram mulut: Seseorang harus menyiram mulut sebanyak tiga kali, dengan cara mengambil air dengan tangan kanan dan memasukkannya ke dalam mulut.
  • Menyedut hidung: Seseorang harus menyedut hidung sebanyak tiga kali, dengan cara mengambil air dengan tangan kanan dan memasukkannya ke dalam hidung.
  • Mencuci muka: Seseorang harus mencuci muka sebanyak tiga kali, dengan cara mengambil air dengan tangan kanan dan menyapukannya ke muka.
  • Menyapu rambut: Seseorang harus menyapu rambut dengan tangan kanan sebanyak tiga kali, dengan cara mengambil air dengan tangan kanan dan menyapukannya ke rambut.
  • Mencuci telinga: Seseorang harus mencuci telinga dengan jari telunjuk kanan dan jari tengah kanan sebanyak tiga kali, dengan cara memasukkan jari ke lubang telinga dan mengeluarkan air yang ada di dalamnya.
  • Mencuci kaki: Seseorang harus mencuci kaki sebanyak tiga kali, mulai dari telapak kaki hingga mata kaki.

Setelah melakukan semua langkah di atas, seseorang dianggap sudah berwudhu dan dapat melakukan shalat. Namun perlu diingat jika terjadi sesuatu yang menyebabkan wudhu batal seperti buang air besar, buang air kecil, haid atau nifas harus melakukan wudhu kembali.

2.Tayammum

Tayamum adalah cara membersihkan diri dari hadats (najis) yang dilakukan jika seseorang tidak memiliki air atau air yang tersedia tidak layak digunakan. Tayamum dapat dilakukan sebelum melakukan shalat atau dalam keadaan darurat lainnya.

Langkah-langkah dalam melakukan tayamum adalah sebagai berikut:

  1. Niat: Seseorang harus menyatakan niat dalam hati atau lisan untuk melakukan tayamum dengan tujuan untuk membersihkan diri dari hadats dan menyempurnakan shalat.
  2. Menepuk dahi: Seseorang harus menepuk dahi dengan tangan kanan sebanyak tiga kali, dengan cara mengambil tanah atau pasir dengan tangan kanan dan menepuk dahi dengan tangan kanan yang telah diisi tanah atau pasir tersebut.
  3. Menepuk kedua tangan: Seseorang harus menepuk kedua tangan dengan tangan kanan sebanyak tiga kali, dengan cara mengambil tanah atau pasir dengan tangan kanan dan menepuk kedua tangan dengan tangan kanan yang telah diisi tanah atau pasir tersebut.
  4. Menyapukan tangan ke wajah: setelah menepuk kedua tangan seseorang harus menyapukan tangan yang telah diisi tanah atau pasir ke wajah.

Setelah melakukan semua langkah di atas, seseorang dianggap sudah berTayamum dan dapat melakukan shalat. Namun perlu diingat jika air tersedia kembali maka seseorang harus segera melakukan wudhu atau mandi.

Tayamum juga dapat digunakan dalam keadaan darurat seperti ketika seseorang sedang sakit dan tidak dapat menggunakan air, atau ketika seseorang sedang dalam perjalanan jauh dan tidak memiliki air. Dalam hal ini, tayamum dapat dilakukan sebagai ganti dari wudhu atau ghusl.

3.Mandi

Mandi atau Ghusl adalah salah satu cara membersihkan diri dari hadats (najis) sesuai dengan syariat Islam. Mandi dilakukan setelah melakukan hubungan intim, haid, nifas, dan dalam beberapa kondisi lainnya.

Dalam Fiqh Islam, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan mandi, di antaranya adalah:

  • Niat: Seseorang harus menyatakan niat dalam hati atau lisan untuk melakukan mandi dengan tujuan untuk membersihkan diri dari hadats.
  • Mencuci kemaluan: Seseorang harus mencuci kemaluan sebelum mandi, dengan cara menggunakan air atau tisu.
  • Mencuci seluruh badan: Seseorang harus mencuci seluruh badan, mulai dari kepala hingga kaki, dengan cara menggunakan air.
  • Membasuh rambut: Seseorang harus membasuh rambut sebanyak tiga kali, dengan cara menggunakan air.
  • Menghirup air: Seseorang harus menghirup air ke dalam hidung dan mengeluarkannya, dengan cara menggunakan tangan atau keran.
  • Menyelesaikan mandi dengan menyapu diri: Seseorang harus menyapu diri setelah mandi dengan kain atau tisu yang bersih.

Setelah melakukan semua langkah di atas, seseorang dianggap sudah mandi dan dapat melakukan aktivitas sehari-hari. Namun perlu diingat jika seseorang melakukan hadats kembali maka harus mandi kembali.

Dalam beberapa kondisi seperti sakit, hamil atau menyusui, atau tidak memiliki air yang cukup, seseorang dapat menggunakan tayamum sebagai ganti mandi.

Apa saja yang perlu dihindari dalam proses bersuci?

Selain itu, ada juga beberapa hal yang harus dihindari dalam proses bersuci, seperti:

  1. Mencampur air dengan najis, seperti air yang digunakan untuk membersihkan diri setelah buang air besar atau setelah berhubungan suami istri.
  2. Mencampur air dengan sesuatu yang tidak halal, seperti minuman keras atau obat-obatan yang haram.
  3. Mencampur air dengan sesuatu yang tidak sesuai dengan syariat, seperti mencampur air dengan parfum atau sabun yang mengandung unsur haram.

Bersuci merupakan tindakan yang sangat penting dalam agama Islam karena dianggap sebagai cara untuk membersihkan diri dari najis atau kotoran baik lahiriah maupun batiniah. Hal ini juga dipercayai dapat meningkatkan ketaqwaan seseorang kepada Tuhan. Oleh karena itu, umat Muslim diwajibkan untuk selalu bersuci sebelum melakukan shalat atau ibadah lainnya.

Hikmah tentang bersuci (tharah)

Taharah atau kebersihan diri merupakan hal yang penting dalam agama Islam. Kebersihan diri dapat diperoleh melalui berbagai cara, seperti mandi, wudhu, dan tayamum. Berikut ini adalah beberapa hikmah dari taharah:

  1. Menjaga kesehatan: Taharah dapat menjaga kesehatan fisik dan mental seseorang. Kebersihan diri dapat mencegah berbagai penyakit yang disebabkan oleh kuman dan bakteri.
  2. Meningkatkan kualitas ibadah: Taharah merupakan syarat utama dalam melakukan ibadah seperti shalat. Kebersihan diri dapat meningkatkan kualitas ibadah dan meningkatkan ketaatan seseorang.
  3. Menjaga martabat diri: Taharah merupakan simbol dari kehormatan seseorang. Kebersihan diri dapat meningkatkan martabat diri seseorang di mata orang lain dan di hadapan Allah.
  4. Menjaga akhlak: Taharah merupakan salah satu aspek dari akhlak yang baik. Kebersihan diri dapat meningkatkan akhlak seseorang dan membuat seseorang lebih baik dalam berinteraksi dengan orang lain.
  5. Menjaga ketaatan: Taharah merupakan salah satu bentuk ketaatan terhadap perintah Allah. Kebersihan diri dapat meningkatkan ketaatan seseorang dan meningkatkan kesadaran akan kewajiban beragama.
  6. Menjaga kedekatan dengan Allah: Taharah merupakan salah satu cara untuk menjaga kedekatan dengan Allah. Kebersihan diri dapat meningkatkan kedekatan dengan Allah dan meningkatkan kesadaran akan keberadaan-Nya.

Dalam kesimpulannya, taharah merupakan hal yang penting dalam kehidupan seorang muslim, tidak hanya dari segi fisik dan ibadah saja, tapi juga dari segi akhlak, ketaatan, dan kedekatan dengan Allah. Oleh karena itu, seseorang harus selalu menjaga taharah dan meningkatkan kebersihan diri.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *