: 836

Pengertian dan Tujuan Shalat Beserta Syarat, Rukunnya

: 837

Yuk NyantriShalat adalah salah satu dari lima rukun Islam yang wajib dikerjakan oleh setiap muslim yang sudah dewasa dan berakal sehat. Shalat dikerjakan lima kali sehari dan masing-masing shalat memiliki waktu yang ditentukan. Waktu shalat yaitu:

  • Subuh: diwaktu fajar
  • Dzuhur: sesudah matahari tergelincir (setelah zawaal)
  • Ashar: setelah matahari tergelincir sekitar 3/4 perjalanannya
  • Magrib: setelah matahari terbenam
  • Isya: setelah matahari terbenam hingga sebelum fajar

Shalat dilakukan dengan cara berdiri, ruku’, sujud, dan duduk di antara ruku’ dan sujud. Dalam shalat, seorang muslim juga harus melakukan takbir (berkata “Allahu Akbar”), tahmid (berkata “Alhamdulillah”), tahlil (berkata “La ilaha illa Allah”), dan tasbih (berkata “Subhanallah”). Selain itu, dalam shalat juga dibaca surat-surat pendek dari Al-Qur’an.

Selain wajib, shalat juga memiliki banyak keutamaan dan fadhilah. Di antaranya adalah shalat dapat menghapus dosa, menambah kekuatan iman, menjauhkan dari perbuatan maksiat, dan mendekatkan diri kepada Allah.

Shalat juga merupakan bentuk ibadah yang sederhana namun sangat berpengaruh dalam kehidupan seorang muslim. Oleh karena itu, setiap muslim dianjurkan untuk menjaga ketaatan dalam menjalankan shalat dengan benar dan tepat waktu.

Apa tujuan kita untuk mendirikan Shalat?

Tujuan dari shalat adalah untuk menyatukan diri dengan Tuhan dan mengingatkan diri kita akan kewajiban kita sebagai hamba-Nya.

Melalui shalat, kita diajarkan untuk bersujud dan berdoa kepada Allah. Ini mengingatkan kita bahwa kita sebagai hamba yang lemah dan membutuhkan pertolongan dari Tuhan. Melalui doa, kita dapat memohon pertolongan dan perlindungan dari Allah, serta memohon kebahagiaan dan keberkahan dalam hidup kita.

Shalat juga merupakan cara untuk membersihkan jiwa dan pikiran kita dari kebusukan dan kesalahan. Dengan melakukan shalat secara rutin, kita dapat membentuk kebiasaan positif yang dapat meningkatkan kualitas hidup kita.

Shalat juga merupakan cara untuk meningkatkan ketaatan kita kepada Allah. Dengan melakukan shalat secara rutin dan dengan khusyuk, kita dapat meningkatkan ketaatan kita dan menjadi lebih dekat dengan Tuhan.

Secara keseluruhan, tujuan dari shalat adalah untuk meningkatkan kualitas hidup kita sebagai Muslim dan untuk menyatukan diri kita dengan Tuhan. Dengan melakukan shalat secara rutin dan dengan khusyuk, kita dapat mencapai tujuan ini dan menjadi Muslim yang lebih baik.

Shalat ada berapa dan apa saja?

Ada lima waktu shalat yang diwajibkan dalam agama Islam, yaitu:

  1. Shubuh (shalat pagi) – dilakukan pada waktu terbitnya fajar hingga sebelum terbitnya matahari.
  2. Dzuhur (shalat siang) – dilakukan setelah matahari terbit hingga sebelum matahari terbenam.
  3. Ashar (shalat sore) – dilakukan setelah matahari terbenam hingga sebelum maghrib.
  4. Maghrib (shalat maghrib) – dilakukan setelah terbenamnya matahari hingga sebelum isya.
  5. Isya (shalat malam) – dilakukan setelah maghrib hingga sebelum fajar.

Selain lima waktu shalat yang diwajibkan, ada beberapa shalat sunnah yang dianjurkan untuk dilakukan oleh umat Muslim. Contohnya:

  • Shalat Tahajud (shalat malam), yang dilakukan setelah tidur sebelum fajar
  • Shalat Dhuha (shalat waktu dhuha), yang dilakukan pada waktu dhuha, yaitu sesudah fajar hingga sebelum dzuhur
  • Shalat Witir (shalat malam), yang dilakukan sebelum tidur

Semua shalat yang disebutkan diatas merupakan bentuk ibadah yang dianjurkan oleh agama Islam untuk memperkuat ketaatan dan kedekatan dengan Tuhan.

“Shalat adalah pintu gerbang masuknya rahmat dan karunia Allah ke dalam hidup seseorang.” – Hadith Rasulullah SAW.

Apa saja syarat-syarat shalat?

Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi untuk melakukan shalat dengan benar dan sah, diantaranya:

  1. Niat: Sebelum melakukan shalat, seseorang harus memiliki niat yang jelas dan tegas untuk melakukan shalat tersebut.
  2. Wudhu: Seseorang harus dalam keadaan suci dan bersuci melalui wudhu sebelum melakukan shalat.
  3. Keadaan Junub: Orang yang dalam keadaan junub (telah melakukan hubungan seksual atau haid) tidak diperbolehkan melakukan shalat kecuali dia melakukan mandi besar atau tayammum.
  4. Rokok dan Alkohol: Orang yang sedang merokok atau mengonsumsi alkohol tidak diperbolehkan melakukan shalat.
  5. Tempat: Shalat harus dilakukan di tempat yang suci dan tidak tercemar.
  6. Waktu: Shalat harus dilakukan pada waktu yang ditentukan.
  7. Arah Qibla: shalat harus ditujukan ke arah kiblat (Ka’bah di Mekah).
  8. Rukun: shalat harus dilakukan dengan mengerjakan rukun-rukun yang benar sesuai dengan tata cara shalat yang diajarkan dalam agama.
  9. Rasa takut dan pasrah kepada Allah.

Jika syarat-syarat ini tidak dipenuhi, maka shalat tidak akan sah dan harus diulangi kembali.

Rukun Shalat Ada Berapa?

Shalat adalah salah satu dari lima rukun Islam yang harus diterima dan dilakukan oleh setiap Muslim. Dalam melakukan shalat, terdapat beberapa rukun yang harus dilakukan agar shalat diterima dan sah sesuai dengan tuntunan agama. Rukun-rukun ini meliputi:

  1. Niat: Sebelum melakukan shalat, seseorang harus memiliki niat yang jelas dan tegas untuk melakukan shalat tersebut. Niat ini dilakukan dalam hati dan tidak perlu diucapkan dengan lisan.
  2. Takbiratul ihram: Setelah niat dalam hati, seseorang harus mengucapkan takbiratul ihram, yaitu “Allahu Akbar” (Allah Maha Besar) yang menandakan dimulainya shalat.
  3. Ruku’: Seseorang harus melakukan ruku’ (berlutut) dengan mengangkat tangan kemudian menundukkan badan dan menyentuh lutut dengan tangan.
  4. I’tidal: Setelah ruku’, seseorang harus bangkit dari ruku’ dan berdiri tegak dengan mengangkat kedua tangan.
  5. Sujud: Seseorang harus melakukan sujud (berlutut dan menyentuh dahi dengan tanah) sebanyak dua kali dalam satu rakaat.
  6. Tasyahud: Setelah sujud, seseorang harus duduk di antara dua sujud dan mengucapkan tasyahud, yaitu “At-tahiyyatu lillahi was-salawatu wat-tayyibat” (selawat dan salam bagi Allah)
  7. Dzikir: Setelah tasyahud, seseorang harus melakukan dzikir seperti membaca “Subhanallah” (Maha suci Allah), “Alhamdulillah” (Segala puji bagi Allah), “Allahu Akbar” (Allah Maha Besar)
  8. Salam: Setelah selesai melakukan shalat, seseorang harus mengucapkan salam dengan mengucapkan “Assalamu’alaikum” (Semoga kesejahteraan tercurah kepadamu) kepada kanan dan kiri.

Rukun-rukun shalat ini harus dilakukan dalam urutan yang benar dan sesuai dengan tata cara yang diajarkan dalam agama. Jika salah satu rukun tidak dilakukan atau dilakukan dengan tidak sesuai tata cara, maka shalat tidak sah dan harus diulang kembali.

Hal apa saja yang membatalkan shalat?

Ada beberapa hal yang dapat membatalkan shalat, diantaranya:

  1. Tidak ada niat sebelum melakukan shalat.
  2. Tidak dalam keadaan suci (wudhu) atau dalam keadaan junub sebelum melakukan shalat.
  3. Merokok atau mengonsumsi alkohol sebelum atau saat melakukan shalat.
  4. Melakukan shalat di tempat yang tidak suci atau tercemar.
  5. Melakukan shalat di luar waktu yang ditentukan.
  6. Tidak menghadap ke arah kiblat (Ka’bah di Mekah) saat melakukan shalat.
  7. Melakukan rukun-rukun shalat dengan tidak benar atau tidak sesuai tata cara yang diajarkan dalam agama.
  8. Terganggu oleh masalah kesehatan yang menyebabkan tidak dapat melakukan shalat dengan benar.
  9. Terganggu oleh masalah pikiran seperti rasa tidak nyaman atau khawatir saat melakukan shalat.
  10. Melakukan shalat dengan sengaja atau sambil melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan syarat shalat.

Jika salah satu dari hal-hal diatas terjadi saat melakukan shalat, maka shalat tersebut tidak sah dan harus diulang kembali dengan memenuhi syarat-syarat yang benar.

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *