: 414

Quotes Jum’at 1

Pondok Pesantren Kreatif Baitul Kilmah, Bantul, Yogyakarta
: 415

Harta yang disebut rezeki bukan hanya cara mendapatkannya dengan halal, tetapi yang digunakan untuk kemaslahatan, bukan juga yang terhenti di saku (bank). Harta yang didapat dari korupsi, merampas, menyuap, tipu-tipu, riba dan sejenisnya disebut harta batil, dan tak bisa dimakan (dibelanjakan), jika masih digunakan, maka justru menjadi penghalang dari manfaatnya harta, yaitu melapangkan, menenangkan dan menampung pancaran hikmah-ilahiyah dari Sang Maha Kaya. Sementara harta dari hasil sengketa (di pengadilan) adalah harta yang sudah kehilangan keberkahannya, ini juga harus dihindari.

“Jangan bertanya kenapa bulan tidak terus-menerus purnama atau sabit? Tapi bertanyalah kenapa bulan itu berubah, dari sabit, membesar lalu purnama? Apa hikmahnya? Semua itu untuk menjadi ibrah, bahwa tiap kejadian dan wujud akan berubah seperti bulan, purnama, tenggelam dan gelap sesuai waktunya. Apa itu waktu? Waktu adalah batasan dari kesempatan atau masa yang ada. Jangan pernah kau sia-siakan, karena sedetikpun, ia tak pernah bertamu lagi atau kembali.” (Ngaji TafsirJilani, al-Baqaroh, 188).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *