: 4969

Epistemologi Islam Rahmatan Lil Alamin untuk Misi Kemanusiaan

: 4970

Oleh : Muhammad Ijlal Sasakki Junaidi

Islam adalah agama rahmat, sebagaimana tercantum dalam Surat al-Anbiya, ayat 21 ayat 107 yang menjelaskan: “Aku tidak diutus melainkan sebagai Rahmat bagi seluruh alam”. Ahmad Mustafa al-Maraghi (1925) menjelaskan arti dari ayat ini, yaitu: Aku tidak mengutus kamu Muhammad dengan Al-Qur’an ini dan juga dalam bentuk syari’ah dan hukum, yang menjadi panduan hidup bahagia di dunia dan akhirat, tetapi sebagai rahmat dan petunjuk hidup mereka di dunia dan akhirat. Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat dipahami bahwa selain kepribadian Nabi yang mulia, ajaran agama yang dibawanya juga sangat mulia.

Lebih luas lagi, fenomena keagamaan umat Islam saat ini menunjukkan dangkalnya pemahaman mereka tentang agama rahmat. Perbedaan agama sering memicu perselisihan. Umat Islam sangat mudah terpengaruh oleh apa yang terjadi di sekitar mereka, seperti menyalahkan orang lain yang tidak sependapat dengan mereka, mengkafirkan sesama muslim, dan mudah diadu domba dengan agama yang berbeda. Hal ini disebabkan oleh kurangnya pengetahuan dan lemahnya akal. Orang-orang yang ingin merusak umat Islam dan kerukunan antar umat di tengah masyarakat sering memanfaatkan situasi ini.

Oleh karena itu, prinsip Islam dalam mempromosikan rahmat bagi seluruh umat manusia ( Islam rahmatan lil alamin ), sebagai sebuah institusi, menentukan gaya hidup menggunakan standar yang tertulis dalam Al-Qur’an. Patokan tersebut harus digunakan oleh umat Islam agar praktik keislaman mereka di segala bidang yang mereka perjuangkan sesuai dengan Al-Qur’an.
Hal ini dapat ditemukan dalam surat al-Anbiya, 21: 107 yang mendefinisikan Islam sebagai agama yang mengajarkan rahmat kepada alam semesta, rahmatan (rahmah) lil ‘alamin . Rahmah adalah riiqqah taqtadli al-ihsan ila al-marhum , kelembutan perasaan (cinta) yang mendorong kita untuk menyebarkan kebaikan yang nyata kepada orang yang dicintai. Berdasarkan definisi ini, Islam diturunkan oleh Allah kepada nabi terakhir, Muhammad, untuk mewujudkan kebaikan yang nyata kepada semua makhluk.

Sesuai dengan visi dan misi di atas dan kedudukan manusia sebagai representasi Tuhan (kekhalifahan) yang harus mengatur kehidupan di muka bumi, maka islam rahmatan lil alamin adalah pembangunan manusia. Perkembangan ini melibatkan semua prinsip kehidupan yang dijelaskan dalam Al-Qur’an. Diantaranya:

Yang pertama adalah agama. Agama yang diajarkan oleh Al-Qur’an dan diharapkan menjadi pedoman bagi perilaku umat Islam adalah agama yang memanfaatkan rahmat sebagai landasan, struktur, dan bangunannya. Landasannya adalah iman kepada Allah yang karakter utamanya adalah rahmat , Nabi Muhammad SAW, dan Al-Qur’an ditugaskan dan diturunkan sebagai rahmat. Struktur teologisnya adalah ad-din al-qayyim (agama yang lurus karena memiliki nilai spiritual, moral, dan emansipatoris), ad-din al-khalish (agama murni yang mencegah manusia dari kemerosotan kehidupan), dan din al-haq (agama kebenaran yang mencegah manusia dari bahaya).

Yang kedua adalah negara. Negara yang diajarkan dalam Al-Qur’an dan menjadi pedoman bagi kehidupan bermasyarakat adalah baladan aminan (negara yang aman dan tenteram) , baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur (yang adil, makmur, berwawasan, minim kejahatan dan terkendali) dan al- balad al-amiin (negara amanah yang menjamin hak-hak warga negara).

Yang ketiga adalah politik. Politik yang diajarkan dalam Al-Qur’an adalah penyelenggaraan negara yang berdasarkan prinsip menjamin hak warga negara, kebaikan dalam segala aspek.

Keempat, ekonomi. Sistem ekonomi yang diajarkan dalam Al-Qur’an adalah sistem ekonomi yang dapat membawa kesejahteraan yang nantinya kuat dalam menjunjung segala sektor kehidupan serta berhati-hati dalam kegiatannya termasuk produksi, distribusi, dan konsumsi dan tidak korupsi.

Kelima adalah sosial . Masyarakat yang tertuang dalam Al-Qur’an dan menjadi pedoman dalam kehidupan adalah masyarakat yang memiliki sistem sosial egaliter dan struktur sosial yang majemuk memiliki pola interaksi yang mengedepankan akomodasi daripada kompetisi dan konflik dengan pemikiran yang terbuka serta jati diri yang unggul.
Dengan menerapkan konsep-konsep Islam rahmatan lil alamin, pada dasarnya adalah untuk mencapai perdamaian dan kemakmuran bagi masyarakat dan dunia, saat ini dan di masa depan yang nantinya dapat membentuk kemampuan intelektual dalam menganalisis dan menarik kesimpulan atau keputusan secara tepat dan akurat, sehingga Islam dan ajaran yang terkandung di dalamnya nanti diharapkan dapat memberikan landasan yang kokoh dalam membawa rahmat bagi seluruh alam. Dengan demikian, anugerah tersebut berdampak pada tatanan kehidupan yang aman, damai dan tentram dalam umat beragama.

 

Respon (1)

  1. DreamHost: DreamHost is a well-established hosting provider, known for its solid uptime and fast-loading websites. They offer a wide range of hosting options, including shared, VPS, and dedicated hosting.
    Bluehost: It is one of the most popular hosting providers, recommended by WordPress. They offer a user-friendly interface, excellent uptime, and 24/7 customer support. http://webward.pw/.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *